Wall Street Bergerak Beragam
Sebagian besar saham di pasar AS mengalami kenaikan pada hari Kamis, menyusul penurunan harga minyak mentah. Namun, kinerja yang lesu dari beberapa saham kecerdasan buatan (AI) yang memiliki pengaruh besar, menahan kenaikan yang lebih signifikan di Wall Street.
Indeks S&P 500 naik 0,2% setelah sehari sebelumnya turun dari rekor tertingginya, mengakhiri rentetan kemenangan beruntun terpanjang dalam tiga dekade. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 841 poin, atau 1,7%, pada pukul 11:15 pagi Waktu Timur, sementara Nasdaq composite turun 0,2%. Mayoritas saham di Wall Street, sekitar 7 dari setiap 10 saham di S&P 500, mengalami kenaikan.
Penurunan Harga Minyak dan Harapan Geopolitik
Kenaikan pasar didorong oleh penurunan harga minyak mentah Brent sebesar 2,7% menjadi $95,21 per barel. Penurunan ini mengembalikan sebagian kenaikan yang terjadi minggu ini akibat ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya. Ekspektasi pasar adalah bahwa AS dan Iran pada akhirnya akan mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak. Harapan ini diharapkan dapat meningkatkan aliran minyak mentah, menurunkan harga minyak, dan meredakan tekanan inflasi global.
Harapan tersebut, bersama dengan laporan laba yang kuat dari perusahaan-perusahaan AS, telah mendorong S&P 500 pada sembilan hari kemenangan beruntun yang berakhir pada hari Rabu.
Kinerja Sektor Lain
Beberapa perusahaan menunjukkan kenaikan signifikan. Elanco Animal Health naik 4,9%, dan Zoetis, produsen vaksin hewan, naik 5,1%. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi laba yang lebih kuat setelah Departemen Pertanian AS mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa lalat screwworm Dunia Baru telah mencapai Texas selatan, ancaman pertama bagi industri ternak AS dalam beberapa dekade.
Toro, penjual mesin pemotong rumput dan peralatan lainnya, naik 1,7% setelah melaporkan laba dan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. CEO Richard Olson menyatakan permintaan yang kuat untuk produk Toro, dan perusahaan menaikkan perkiraan pendapatan dan laba untuk tahun fiskal penuhnya.
Saham AI Menurun Meskipun Laba Kuat
Meskipun banyak perusahaan melampaui ekspektasi laba analis, beberapa saham, terutama di industri teknologi, mengalami penurunan.
Broadcom anjlok 13,8%, meskipun laba dan pendapatan perusahaan chip tersebut melampaui ekspektasi analis. CEO Hock Tan melaporkan pendapatan semikonduktor AI perusahaan lebih dari dua kali lipat menjadi $10,8 miliar selama kuartal tersebut dan memperkirakan pertumbuhan semikonduktor AI melebihi 200% pada kuartal berjalan. Namun, investor mungkin mengharapkan lebih banyak setelah saham Broadcom melonjak 38,5% sepanjang tahun ini, jauh melampaui kenaikan S&P 500 yang sebesar 10,3%.
Micron Technology, yang nilai totalnya baru-baru ini melampaui $1 triliun karena euforia AI, turun 6,7%.
CrowdStrike Holdings turun 6,6% meskipun laba dan pendapatan perusahaan keamanan siber tersebut melampaui ekspektasi analis.
Analis telah memperingatkan bahwa saham-saham AI mungkin telah naik terlalu tinggi dan menjadi terlalu mahal, menunjukkan bahwa pasar saham AS secara luas mungkin akan mengalami perlambatan setelah rentetan kemenangan sembilan minggu berturut-turut untuk S&P 500, yang terpanjang sejak 2023.
Perusahaan Lain yang Tertekan
Di luar sektor teknologi, PVH Corp., perusahaan di balik merek Calvin Klein dan Tommy Hilfiger, anjlok 22,3% meskipun melampaui target penjualan dan laba kuartal pertama Wall Street. CEO Stefan Larsson memperingatkan dampak berkepanjangan dari konflik Timur Tengah yang menekan konsumen di wilayah tersebut.
Pasar Obligasi dan Data Ekonomi
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury menurun seiring dengan harga minyak. Imbal hasil Treasury 10-tahun turun menjadi 4,46% dari 4,49% pada Rabu malam, yang dapat mengurangi tekanan pada harga saham dan ekonomi secara umum. Tingkat suku bunga yang lebih rendah dapat membantu perusahaan-perusahaan kecil, terutama yang membutuhkan pinjaman untuk pertumbuhan, dengan indeks Russell 2000 yang terdiri dari saham-saham AS terkecil melonjak 1,4%.
Sementara itu, laporan ekonomi AS menunjukkan hasil yang beragam. Salah satu laporan menunjukkan sedikit lebih banyak pekerja AS mengajukan tunjangan pengangguran minggu lalu, yang dapat mengindikasikan perlambatan di pasar kerja AS yang relatif solid. Laporan lain menyatakan bahwa produktivitas pekerja AS meningkat kurang dari yang diperkirakan para ekonom selama tiga bulan pertama tahun ini.
Di pasar saham luar negeri, indeks di Eropa sedikit menguat setelah akhir yang lebih lemah.
Source: Original Article